Lompat ke isi utama

Berita

Orientasi PPPK 2026 Resmi Ditutup, Bawaslu Papua Selatan Tekankan Integritas dan Profesionalisme ASN

Orientasi PPPK 2026 Resmi Ditutup, Bawaslu Papua Selatan Tekankan Integritas dan Profesionalisme ASN

Merauke, 22 Juli 2026 – Bawaslu Provinsi Papua Selatan resmi menutup rangkaian Orientasi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Tahun 2026 setelah pelaksanaan pembelajaran selama delapan hari, mulai 15 hingga 22 Juli 2026. Penutupan menjadi penanda berakhirnya proses pembekalan bagi PPPK Bawaslu Provinsi Papua Selatan dan Bawaslu Kabupaten se-Papua Selatan sebagai bekal dalam melaksanakan tugas secara profesional, berintegritas, dan berorientasi pada pelayanan.

Ketua Bawaslu Papua Selatan, Marman, menegaskan bahwa orientasi bukan sekadar memenuhi kewajiban administratif, melainkan menjadi fondasi bagi PPPK dalam memahami nilai-nilai dasar ASN, budaya kerja, kode etik, disiplin, serta tugas dan fungsi kelembagaan Bawaslu. Menurutnya, seluruh pengetahuan yang diperoleh selama orientasi harus diwujudkan dalam pelaksanaan tugas sehari-hari.

Ia juga mengingatkan bahwa PPPK merupakan bagian penting dari sumber daya manusia Bawaslu yang memiliki tanggung jawab mendukung pelaksanaan tugas kelembagaan. Karena itu, peserta diharapkan menjaga semangat kerja, meningkatkan kedisiplinan, mengutamakan kepentingan organisasi, serta terus membangun profesionalisme dan integritas dalam setiap pelaksanaan tugas.

Marman berharap PPPK Bawaslu Provinsi Papua Selatan dan Bawaslu Kabupaten se-Papua Selatan mampu menjadi aparatur yang memberikan teladan dalam kedisiplinan, profesionalitas, integritas, dan semangat pengabdian. Menurutnya, kualitas sumber daya manusia menjadi salah satu faktor penting dalam memperkuat kelembagaan Bawaslu dan mendukung pengawasan pemilu yang berkualitas.

Sementara itu, Koordinator Divisi SDM, Organisasi, Pendidikan dan Pelatihan (SDMO) Bawaslu Papua Selatan, B. Tukidjo, menyampaikan bahwa Orientasi PPPK merupakan bagian dari upaya pengembangan kompetensi aparatur agar memiliki pemahaman yang utuh mengenai nilai-nilai dasar ASN, budaya kerja, kode etik, disiplin pegawai, serta tugas dan fungsi kelembagaan Bawaslu.

Menurutnya, selama delapan hari pelaksanaan orientasi, peserta mengikuti pembelajaran melalui Learning Management System (LMS), sesi sinkron melalui Zoom Meeting, diskusi interaktif, hingga evaluasi akademik sebagai bagian dari penguatan kompetensi. Ia berharap seluruh materi yang diperoleh tidak berhenti sebagai pengetahuan, tetapi menjadi pedoman dalam menjalankan tugas dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

B. Tukidjo turut menyampaikan apresiasi kepada Pusat Pendidikan, Pelatihan, dan Pengembangan Kompetensi Bawaslu RI, pimpinan Bawaslu Papua Selatan, para narasumber, pendamping, serta panitia yang telah mendukung penyelenggaraan orientasi hingga berjalan tertib dan lancar.

Dengan berakhirnya kegiatan tersebut, Bawaslu Papua Selatan berharap seluruh PPPK mampu mengimplementasikan nilai-nilai yang telah diperoleh selama orientasi, meningkatkan kompetensi secara berkelanjutan, serta memberikan kontribusi nyata dalam memperkuat kelembagaan dan pelaksanaan tugas pengawasan pemilu di Papua Selatan.

Penulis: Faris Rubiansyah

Foto: Sarlota Martenci Indey

toast

Media Sosial

news

Lokasi Bawaslu Provinsi

tanya

Konsultasi
Hukum Kepemiluan

Tanyakan right-circle
tanya

Konsultasi
Hukum Kepemiluan

Tanyakan right-circle