Petakan Kerawanan Data Pemilih, Bawaslu Papua Selatan Ikuti Kegiatan Puslitbangdiklat di Jakarta
|
Jakarta, Bawaslu Papua Selatan – Koordinator Divisi Pencegahan, Partisipasi Masyarakat, dan Hubungan Masyarakat Bawaslu Papua Selatan, Ahmad Muhazir, menghadiri kegiatan Penyusunan Pemetaan Kerawanan Isu Strategis Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan (PDPB), Rabu (14/10/2026), di Hotel Millennium, Jakarta Pusat. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Pusat Penelitian Pendidikan dan Pelatihan (Puslitbangdiklat) Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu).
Penyusunan pemetaan tersebut merupakan bagian dari tugas identifikasi dan pemetaan potensi kerawanan serta pelanggaran pemilu. Kegiatan yang berlangsung sejak Selasa (13/10/2026) hingga Jumat (16/10/2026) ini diikuti seluruh koordinator divisi Bawaslu provinsi se-Indonesia yang membidangi pencegahan dan partisipasi masyarakat.
Rangkaian kegiatan diawali pada Selasa dengan diskusi internal mengenai konsolidasi data dan persiapan penyusunan pemetaan. Pembukaan dilakukan oleh Koordinator Divisi Pencegahan, Partisipasi Masyarakat, dan Hubungan Masyarakat Bawaslu RI, Lolly Suhenty, bersama Kepala Puslitbangdiklat Bawaslu, Roy Maryuna Siagian.
Pada hari kedua, peserta membahas dinamika data kependudukan dan mekanisme pertukaran data dalam PDPB. Pembahasan mencakup data kependudukan, data kewilayahan seperti pemekaran, sengketa wilayah, dan wilayah perbatasan, data disabilitas, serta data alih status TNI/Polri dan kewarganegaraan. Materi disampaikan oleh Betty Epsilon Idroos dari KPU, Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil serta Direktorat Jenderal Otonomi Daerah Kementerian Dalam Negeri, dan akademisi UNUSIA, Ahsanul Minan.
Dalam sesi yang sama, setiap Bawaslu provinsi memaparkan hasil uji petik pemetaan kerawanan PDPB serta hasil pengawasan PDPB Triwulan III di wilayah masing-masing.
Kegiatan dijadwalkan berlanjut pada Kamis dengan pendalaman isu strategis dan potensi kerawanan PDPB bersama Erik Kurniawan dari Sindikasi Pemilu dan Demokrasi, Anik Sholihatun dari Akademi Pemilu dan Demokrasi, Ariani Sukanwo dari Pusat Pemilu Akses Penyandang Disabilitas (PPUA Disabilitas), serta Khoirunisa dari Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem).
Selanjutnya, hasil pemetaan kerawanan PDPB berupa gambaran dan pola kerawanan akan dipaparkan oleh Aditya Perdana dari Universitas Indonesia dan Yohan Wahyu dari Litbang Kompas. Analisis dan rekomendasi pengawasan disampaikan oleh Fajar Nursahid dari LP3ES dan Afrimadona dari Populi Center.
Penulis: Faris Rubiansyah