Bawaslu Papua Selatan Ikuti Kick-off Pendidikan Pengawas Partisipatif Tahun 2026
|
Merauke, 12 Mei 2026 – Bawaslu Provinsi Papua Selatan melalui Koordinator Divisi Pencegahan, Partisipasi Masyarakat, dan Hubungan Masyarakat Ahmad Muhazir menghadiri kegiatan Kick-off Pendidikan Pengawas Partisipatif Tahun 2026 yang dilaksanakan secara hybrid dari Kabupaten Tangerang, Selasa (12/05/2026). Kegiatan diikuti secara daring bersama Kepala Bagian Pengawasan Pemilu dan Hubungan Masyarakat Elisa Kaleb Rumbiak beserta jajaran staf sekretariat Bawaslu Papua Selatan.
Kegiatan dibuka oleh Koordinator Divisi Pencegahan, Partisipasi Masyarakat, dan Hubungan Masyarakat Bawaslu RI Lolly Suhenty dan dihadiri sejumlah jajaran Bawaslu RI, pemerintah daerah, serta peserta Pendidikan Pengawas Partisipatif dari berbagai daerah di Indonesia.
Ketua Bawaslu Provinsi Banten Ali Faisal dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan kick-off Pendidikan Pengawas Partisipatif Tahun 2026 yang dipusatkan di Kabupaten Tangerang. Menurutnya, program ini menjadi langkah penting dalam memperkuat keterlibatan masyarakat dalam pengawasan pemilu.
“Pendidikan Pengawas Partisipatif Tahun 2026 mengusung tema ‘Berfungsi dan Bergerak’. Berfungsi dimaknai sebagai penguatan kader dan kelompok masyarakat yang selama ini menjalankan peran pengawasan partisipatif, sedangkan bergerak merupakan keterlibatan aktif masyarakat dalam mengawal demokrasi untuk mewujudkan pemilu yang berintegritas, bermartabat, partisipatif, dan demokratis,” ujarnya.
Sementara itu, Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid menekankan pentingnya kolaborasi seluruh pihak dalam menjaga kualitas demokrasi dan memastikan proses pemilu berjalan dengan aman serta demokratis.
Ia juga membagikan pengalaman penanganan dinamika pemilu di Kabupaten Tangerang yang diselesaikan melalui koordinasi dan musyawarah bersama penyelenggara pemilu, aparat keamanan, dan pemerintah daerah.
“Demokrasi harus dijaga bersama. Pemerintah daerah, Bawaslu, KPU, aparat keamanan, dan masyarakat memiliki tanggung jawab yang sama agar pemilu berjalan dengan baik dan bermartabat,” ungkapnya.
Dalam arahannya, Koordinator Divisi Pencegahan, Partisipasi Masyarakat, dan Hubungan Masyarakat Bawaslu RI Lolly Suhenty menegaskan bahwa demokrasi yang sehat harus dipersiapkan sejak jauh hari melalui pendidikan politik dan penguatan pengawasan partisipatif.
Menurutnya, kader pengawas partisipatif memiliki peran penting dalam membangun budaya demokrasi di tengah masyarakat. Ia menjelaskan bahwa kader pengawas partisipatif harus memiliki empat karakter utama, yakni logis, kritis, berani, dan berdampak.
“Kalau kita ingin demokrasi 2029 berjalan baik dan bermartabat, maka persiapannya dimulai hari ini. Demokrasi yang sehat tidak hadir secara tiba-tiba, tetapi dibangun melalui proses dan keterlibatan semua pihak,” jelas Lolly.
Ia juga menekankan bahwa kader pengawas partisipatif bukan hanya memahami aturan kepemiluan, tetapi juga mampu menyampaikan informasi, mendorong partisipasi masyarakat, dan menjadi bagian dari upaya pencegahan pelanggaran pemilu di lingkungan masing-masing.
Melalui kegiatan ini, Bawaslu Papua Selatan berharap penguatan Pendidikan Pengawas Partisipatif dapat memperluas keterlibatan masyarakat dalam pengawasan pemilu, sekaligus memperkuat budaya demokrasi yang partisipatif dan berintegritas menjelang Pemilu dan Pemilihan Tahun 2029.
Penulis: Faris Rubiansyah
Foto: Sarlota Martenci Indey